Tidak Akan Pernah Masuk Surga 3 Model Manusia oleh Tgk. Husni Al Lukman, S.Hi

Khutbah - Pertama sekali khathib mengajak dan berwashiyat kepada seluruh para jama’ah sekalian, sekaligus menjadi washiat bagi khatib pribadi, mari senantiasa kita tinggkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT karna hanya dengan bermodal taqwa pastinya kita akan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat “Berbekallah, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”

وَتَزَوَّدُوْا فَأِنَّ خَيْرَ الزَّادَ التَّقْوَىٰ

Yang kedua, khatib mengajak jama’ah sekalian di dalam waktu yang singkat ini, mari sama-sama sembari kita niatkan ‘itiqaf, kembali mengulang kaji beberapa pembelajaran berupa nasehat daripada Rasulullah SAW, apa kata Rasulullah SAW :

ثَلَاثٌ لَا يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ وَلَوْ صَلَّا وَلَوْ صَامَ وَلَوْ حَجَّ وَغَيْرَهُ

Tiga model manusia / tidak akan masuk syurga walau dianya itu adalah orang yang melaksanakan shalat, sekalipun dianya itu adalah orang yang selalu melakukan puasa, sekalipun dianya itu adalah orang yang telah melaksanakan haji.

Lhee dro ureung tgk meutuah, han akan pernah tamong syuruga, walau ureung nyan adalah ureung yang senantiasa hantom tinggai seumayang, yang senantiasa melaksanakan puasa, bahkan dianya itu telah melaksanakan haji ke baitullah.

Toeuh lhee model ureung yang han akan tamong syuruga tersebut :

Yang pertama kata Rasulullah 

رَجُلٌ لَايُئَدِّبُ اِبْنَهُ

Seorang ayah, orang tua, yang tidak mengajarkan adab anaknya. Orang tua yang tidak mengajarkan akhlak kepada anaknya. Ureung syik yang hana peureumen aneuk tgk, kususnya akhlak dengan Allah SWT, oh wate jino lee geutanyo ka meusapat dalam mesjid yang lage nyo rupa, untuk sama-sama melaksanakan ibadah shalat jumat kepada Allah, pernahkah terpikirkan aneuk geutanyo pat tgk?, na ijak jumat uronyo tgk?, na i seumayang uro nyo tgk? Adakah dianya itu beradab dengan Allah SWT, adakah dianya itu berakhlak dengan Allah SWT, maka orang tua yang tidak mengajarkan adab dan akhlak anaknya, sekalipun orang tua itu senantiasa dalam shalat kata rasulullah, senantiasa orang tua itu berpuasa bahkan telah melaksanakan haji ke baitullah, tapi orang tua demikian itu tidak akan pernah dapat menikmati syurganya Allah. Nyo keuh yang geupeunan dengan orang syik yang dayyus tgk. Itulah seorang ayah yang membiarkan anak dan istrinya dalam ma’shiyat, yang membiarkan anak dan istrinya dalam kebodohan, yang membiarkan anak dan istrinya didalam kemungkaran, akhlak tgk metuah, maka seorang ayah yang tidak pernah mengajarkan adap dan akhlak anaknya, resikonya kepada ayah tersebut hadhirin sekalian, sekalipun dia itu berada didalam tha’at kepada Allah tetapi keta’atannya tertolak tidak akan diterima oleh Allah, dia tidak akan pernah masuk ke dalam syuruganya Allah. Naudzubillah

yang kedua tgk, ureung yang han akan tamong surganya Allah 

رَجُلٌ لَايُحِبُّ اْلعِلْمَ وَ اَهْلَهُ

Orang yang tidak cinta kepada ilmu dan kepada ahlinya ilmu, orang yang tidak senang kepada ilmu, mereka yang tidak gemar kepada ilmu, ci takalon para ulama tgk meutuah, geuboeh watee di dalam geu tuntun ilme agama bahkan di dalam mengarang menyusun ilmu agama Allah, Imam Nawawi, dengan beliau rindu terhadap ilmu dan gemarnya terhadap ilmu agama Allah, bahkan beliau tidak sempat berumah tangga. Imam Ghazali karena terlalu Rindunya kepada ilmu agama Allah, neu keubah keluarga, ube na harta neu jouk kepada peurumoh dan aneuk, beliau itu mencari ilmu agamanya Allah, beliau itu gemar dengan ilmu suluk, tawajjuh dan sebagainya, kon hana malem Imam Ghazali, beliau ahli tauhid, beliau ahli fikih, karena terlalu Rindunya kepada ilmu, Maka beliau tinggalkan semua dunia. “rajulun la yuhibbul ‘ilma” Orang yang tidak senang kepada ilmu, nyo kebanyaan ureung awam tgk, kebanyaan orang jahil tgk, bila ta peugot pengumuman meureumpok PKH, meususon ureung. Meureumpok bantuan, masya allah antrian ureung tgk meutuah, tapi cit tapeugot pengumuman bahwa na pengajian, padum dron trouk u mesjid tgk, padup dro trouk u meunasah tgk meutuah,  ini membuktikan kita tidak cinta kepada ilmu, ini menampakkan kita tidak rindu kepada ilmu agama Allah. 

Pula Rasulullah mengingatkan kehancuran agama ada empat penyebab, penyebab yang pertama reuloh agama tgk meutuah karena beramal tanpa ilmu, nyo reuleuh agama tgk, gob ruku’,, geutanyo ruku’, gob sujud geutanyo sujud, tapi berkenaan dengan masalah ibadah shalat, touh syarat, touh rukun meutaturi pih hana, ini akan menyebabkan rusak dan hancurnya agama Allah.

Yang kedua akibat rusaknya dan hancurnya agama Allah, na ilme hana ta amalkan, careung, careung tetapi han tatem amalkan, ini pun akan menyebabkan hancurnya agama Allah. 

Yang ketiga kata rasulullah yang menyebabkan hancurnya agama, tidak senang tidak gemar dirinya itu di dalam menuntut ilmu agama Allah, hana seunang keu ilme, seubeu dalam menuntut tgk, agak bree dalam menuntut.

Yang keempat kata rasulullah yang menyebabkan hancur agama Allah, menyebabkan orang lain sehingga dengan tutur katanya dengan sikapnya menyebabkan orang lain tidak senang di dalam menuntut agama Allah, nyo pih juga akan reuleuh agama, lheuh dro hana jeumeeut beut, peu beu ee gob lom, bahkan dengan tutur katanya akan menyebabkan orang lain itu tidak gemar lagi dalam menuntut agama Allah, i kheun bak aneuk mit yang tingoh na lam dayah,  pu subouk that-that ka bouh wate hinan lam dayah, ka kalon tgk pulen yang ka malem putra yang kana, ka kalon tgk pulen yang ka malem putra yang ka hayee that-that, droe beu eu bak menuntut, peu beu ee gob lom, nyo akan menyebabkan rusak dan hancurnya agama Allah tgk meutuah, “la yuhibbul ‘ilma”seseorang yang tidak cinta yang tidak gemar yang tidak rindu terhadap agama Allah, maka dianya itu tidak akan menikmati surganya Allah, kemudian tidak cinta kepada Ahlah, para ulama, ureung malem, ureung yang na ilme, hana cinta geutanyo tgk meutuah, keu ilme galak keu ahli ilme hana ta seunangi, bahkan terkadang kedua-duanya kita tidak senang kepada ilmu kita tidak senang kepada ahlinya ilmu ini, tidak akan memberikan surganya Allah kepada kita tgk meutuah 

Pernah bak saboh wate tgk, sidro Arab Baduy mengadu kepada Rasulullah, Ya Rasulullah lon tuan han mampu ya Rasulullah lage droneuh tha’at, lage droneuh jrouh akhlak  memang tidak ada yang mampu sama seperti Rasulullah termasuk geutanyo tgk, han mampu taat beu lage taat nabi, akhlak beu lage akhlak nabi, lalu si Baduy itu bertanya kepada Rasulullah Ya Rasulullah Mungkinkah saya ini akan menikmati surganya Allah Mungkinkah lon nyo akan rouh lam syurga Allah Ya Rasulullah karena kehidupan lon, jangankan sama dengan droneuh Ya Rasulullah, meu limong persen terkadang tidak ada wujud kesamaannya, apa jawab Rasulullah ketika itu, Yakinlah wahai saudaraku kata Rasulullah, Allah akan menempatkan hambaNya kelak di akhirat bersama dengan kekasihnya artinya seseorang itu akan ditempatkan oleh Allah di akhirat kelak bersama orang yang dicintainya, dalam udep geutanyo di ateuh donya so yang ta idola tgk, so yang ta cinta tgk, so yang ta seunangi tgk, bila mana  kita senang dan cinta kepada Rasulullah kepada para ulama kepada para ahli ilmu yakin dan Percayalah mereka semua itu akan menjadi calon-calon penghuni surganya Allah , tentunya kita pun akan dipertempatkan oleh Allah bersama dengan beliau, tapi hati-hati geutanyo yang muda-muda, yang idola dengan artih, kadang-kadang meu i seumayang pih tan, karena bilamana kita idola orang yang baik kita akan dipertempatkan bersamanya, pada tempat yang Baik Sebaliknya bilamana geutanyo idola kepada ureung yang hana baik, ureung yang hana goet, sebagaimana dia itu dipertempatkan pada tempat yang tidak baik, tentunya kita pun akan tempat yang sama 

yang pertama cinta kepada ilmu dan yang kedua cinta kepada ahli ilmu, walau kadang-kadang bekal droteuh Hana mencukupi untuk menikmati surga Allah dengan sebab kita mencintai orang yang menjadi ahlinya surga, kita pun akan ditempatkan oleh Allah bersamanya kata Rasulullah seseorang itu kelak di akhirat akan ditempatkan oleh Allah bersama kekasihnya Subhanallah.

Yang keu lhee tgk, orang yang tidak akan masuk surga sekalipun dia shalat sekalipun dia puasa sekalipun dia haji dan sebagainya adalah 

رَجُلٌ كَانَ فِى قَلْبِهِ حَسَدٌ 

seseorang yang adalah di dalam hatinya sifat dengki, meunyo mantong lam hate geutanyo mantong na sifeut iri, sifeut dengki, tgk meutuah, hanjeut takaleun seunang gop, susah geutanyo, nyo meunyong mantong model lage nyo tgk meutuah le geutanyo keadaan bathen, maka tidak akan pernah masuk surga.

Di dalam hadis yang lain Rasulullah juga mengingatkan, tidak akan masuk Surga 

مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ زَرَّةٌ مِنْ كِبْرٍ

seseorang yang di dalam hatinya terdapat sifat takabur walau sebesar zarrah kata Rasulullah, tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat sifat angkuh sifat Congkak sifat sombong seakan-akan dianyalah segala-galanya, gob ban mandun-mandum rendah, seakan-akan dia nyalah ahli ibadat yang laen maksiat, seakan-akan dianyalah ahli ilmu yang lain mandum bangai, seakan-akan dianyalah Ahli Surga yang lainnya adalah ahli neraka, dianyalah segala-galanya sombong Congkak ampuh dan sebagainya, tidak akan masuk surga Allah oleh karenanya sidang jamaah Jumat rahimakumullah menuntut dan mencari ilmu agama Allah yang fardhu ‘iin tgk meutuah,  kon cuma kaitan dengan seumayang, kan cuma kaitan dengan puasa tgk, bahkan pula kaitan dengan batin, beu taturi le geutanyo, touh yang geupeunan penyaket ‘ujub,  touh yang geupeunan penyaket dengki, touh yang geupeunan penyaket teukabo, mengenal yang demikian itu fardhu ‘ian, bahkan mengetahui bagaimana cara menghilangkannya, cara mengobatinya itu juga fardhu ‘ain, maka semakin rayeuk teukabo, semakin butuh rayeuk kepada ilme tgk meutuah, lage geutanyo saket tgk, semakin brat kronis penyakit semakin rayeuk dosis obat, begitu pula kaitan dengan penyakit hati, semakin rayeuk kadang-kadang sifeut teukabo, ‘ujub, ria sebagainya maka dibutuhkan dosis ilmunya semakin rayeuk tgk meutuah, oleh karenanya fardhu ‘ian kon cuma ilme tuntut keu glah ibadat tgk, akan tetapi fardhu ‘ain pula itu kaitan dengan tasawuf mengobati peunyaket hate daripada penyakit hate,hana faedah ibadah dhahiriah bilamana penyaket hate mantong berkekalan di dalam hate geutanyo, maka sungguh amal ibadat geutanyo tertolak, bilamana lee geutanyo ta pubut ibadah hana ikhlas, maka teu ‘ouh ile pakiban yang dinamakan dengan ikhlas, maka turi ileh pakiban wujudkan ikhlas, han geutrimong le Allah ibadah geutanyo bilamana tatkala kita beribadah adanya ‘ujub, maka tuntut ilme beu tatu’oh ileh pakiban ‘ujub dan bagaimana kita mengobati ‘ujub, oleh karenanya sidang jamaah Jumat rahimakumullah.

Allah menjanjikan melalui lidah rasulnya nabi Muhammad SAW, putra janji Allah kepada Rasulullah, 3 model manusia tidak akan pernah masuk surga tgk, yang mudah-mudahan bek rouh geutanyo tgk di dalam kelompok tersebut, toh 3 boh golongan yang tidak akan pernah masuk surga walau dia shalat walau dia berpuasa walau dia haji dan sebagainya yang pertama tgk meutuah, itulah orang tua yang tidak mengajarkan akhlak kepada anaknya itulah orang tua yang tidak mengajarkan adab terhadap anaknya, yang kedua tgk meutuah itulah mereka manusia yang tidak senang yang tidak gemar terhadap ilmu agama Allah bahkan tidak senang terhadap ahlinya ilmu para ulama dan sebagainya, yang keu lhee tgk meutuah, mereka yang tidak akan pernah mencicipi nikmat surganya Allah, itulah mereka didalam hatinya sifat hasat, sifat dengki walau sifat dengki sebesar zarrah, geutanyo meulake bak Allah SWT kiranya Allah neupeujioh geutanyo daripada hal yang demikian sehingga wujudlah geutanyo menjadi ahli syurganya Allah, Surga jannatun na’im.

Amin ya Allah amin ya rabbal alamin 

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدَ لِلَّهِ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدِ ابْنَ عَبْدِ اللهِ وَعَلٰى اٰلِهٖ وَ صَحْبِهٖ وَمَنْ وَالَاهُ. اَمَّا بَعْـدُ فَيَاعِبَادَ اللهْ اِتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَقال الله تعالى فى القرأن العظيم : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. سورة والعصر.بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلأِيْمَانِ وَ اْلأِسْلَامِ وَأَفْهَمَنَا بِالْعُلُوْمِ وَ اْلحِكَامِ . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ابْنَ عَبْدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا اْلحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهٖ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. إنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلٰى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا اَلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وسَلِّمُوْا تَسْليمًا اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا و لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَات، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ لاحول و لاقوة الا بالله العلي العظيم اَللَّهُمَّ اَعِنْنَا عَلٰى زِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ، رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُوْنَ
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url